Resensi
Film
- Identitas film
Judul film :
Tersadar
Jenis film :
Drama
Genre :
Remaja
Produksi :
SMA Swasta Methodist Rantau prapat
Pemain :
Saor Maruli Tua (suami)
:
Valencia Hutapea (istri)
:
Andika Napitupulu (Anak)
:
Aurence Chen ( selingkuhan)
Durasi :
8 menit 33 detik
Rilis :
07 November 2016
Bahasa :
Bahasa Indonesia
- Sinopsis
Saor adalah suami dari Valensia, mereka
adalah pasangan suami istri yang memiliki satu anak laki-laki yang bernama
Andika. Andika adalah anak pertama mereka yang di mana Andika memiliki banyak
kekurangan, kekurangan yang diderita Andika membuat Saor merasa tidak peduli
kepada keluarganya. Valensia adalah ibu sekaligus istri yang sangat baik dan
perhatian, dia selalu memberikan apresiasi pada Saor terlebih dalam pekerjaan.
Setiap pagi Saor dan Valnsia dan anaknya Andika selalu makan bersama di ruang
makan mereka, rusng makan salah satu tempat yang sangat baik untuk berbincang
terlebih untuk Saor dan Valensia. Karena kekurangan yang terima Saor di dalam
keluarganya, Saor harus membagi kasih sayang dan perhatiannya pada orang lain.
Tepat di ruang makan seperti biasanya, Valensia bertanya kepada Saor apakah dia
akan pulang lama hari ini atau tidak. Saor yang begitu jahatnya karen
mengkhianati keluarganya berkata bohong dengan mengatakan akan pulang
terlambat. Pagi menjelang siang, Valensia berniat untuk pergi berbelanja di
sebuah supermarket yang cukup ternama. Tanpa sengaja Valensia melihat suaminya
Saor sedang bersama seorang wanita yang tidak ia kenal. Valensia melihat kedekataan
mereka yang tak lazim, walau begitu Valensia tidak mau berfikiran yang
tidak-tidak pada suaminya itu. Tidak haya itu yang dirasakan oleh Valensia,
sewaktu ia mencuci pakaian Saor, ia mencium parfume seorang wanita di pakaian
Saor tentu saja itu membuat Valensia semakin curiga. Karena kecurigaannya
tersebutr akhirnya Valensia memanyakan kejujuran yang terjadi kepada Saor. Tapi
apa hasil, Saor mengelak dari kenyataan yang diberikan Valensia bahkan ia
memberikan tramparan atas ucapan istrinya itu. Andika adalah anak yang
kekurangan, karena itu ia memanggil-manggil ibunya dengan suara yang keras
sambil mengacak-acak barang di sekitarnya, sedangkan Saor duduk sambil membaca
korang di dekat Andika. Saor merasa terganggu, dengan nada tinggi ia memanggil
Valensia dan mengusir anak istrinya itu. Valensia akhirnya pergi ke rumah
adiknya. Sementara Saor bersenang-senang dengan selingkuhannya yangb bernama
Auren. Seketika hal buruk terjadi pada Saor, Auren yang merasa panik kemudian
menelpon Valensia. Valensia yang begitu baik menemui Saor yang sedang terbaring
tak sadarkan diri. Saor dirawat oleh Valensia hingga ia sembuh. Kejadian
tersebut serontak membuka mata hatin Saor, Saor menyesali perbuatan kejinya
pada anak dan istrinya. Ia pun meminta maaf pada Valensia dan Andika, mereka
pun saling memaafkan dan memulai semuanya kembali.
- Unsur Instrinsik :
- Tema : Perselingkuhan
- Tokoh
Suami
: Keras
“Menampar seorang istri yang tidak
bersalah.’’
Istri
: Sabar
“ Istri yang sabar
ketika suaminya selingkuh.’’
Anak
: Memiliki kekurangan
‘’Anak yang idiot
sehingga ia sering di marah ayahnya.”
Adik : Suka menolong
’’Menolong
kakaknya ketika dia diusir dari rumah.”
Pacar selingkuh ayah : Jahat
“ Berjalan bersama
suami orang.’’
- Alur : Maju
Film
ini menggunakan alur maju, dimana penulis menceritakan awal hidup seorang suami
istri yang harmonis, ketika istri mencuci baju suaminya dia mencium parfum
wanita di baju suaminya. Pada saat istrinya belanja dia melihat suaminya
berduaan dengan perempuan lain, akhirnya suaminya mengusir istrinya dari rumah.
Tetapi beberapa waktu suaminya jatuh sakit dan istrinya menjenguk suaminya.
Dari itu suaminya menyadari kesalahannya.
- Sudut pandang
Dalam
film ini sudut pandang yang digunakan penulis adalah orang ketiga, dimana penulis bertindak sebagai sutradara
yang mengetahui segala perasaan maupun konflik batin
yang dialami para tokoh.
- Latar
Latar
tempat : Rumah
Sepasang
suami istri dan satu orang anak yang sedang serapan pagi di rumah.
Latar
waktu : Siang hari
‘’Pada siang seorang istri sedang berbelanja
di Suzuya.”
Latar
suasana : menegangkan
‘’…bisa-bisanya kamu
menuduhku selingkuh….’’
- Gaya bahasa
Bahasa
Indonesia
Film
ini menggunakan bahasa yang baik, sehingga penonton mengerti bahasanya.
- Amanat
Perselingkuhan
menurapakan perbuatan setan. Jadi, janganlah sekali-kali kamu mencoba
selingkuh, karena akan mengakibatkan hancurnya dalam rumah tangga.
Nilai
Ekstrinsik
Nilai
agama
Nilai
agama dalam film ini ia berdoa kepada Tuhanya agar suaminya cepat sembuh.
Nilai
Moral
Nilai
Moral Mencerminkan sifat-sifat yang tergambar menunjukkan sifat yang tidak baik
untuk di contoh dalam kekerasan rumah tangga tersebut.
Kelebihan
Kelebihan
dalam film ini menggunakan bahasa baik sehingga penonton bisa mengerti.
Kekurangan
Konflik
permasalahanya terlalu singkat sehingga konflik diceritain kurang jelas dan
tepat.
Kesimpulan
Kita
dapat mempelajari apa itu arti kesetiaan dalam membangun rumah tangga yang baik
dan kokoh , dan kita harus saling mempercayai satu sama lain. Jangan pernah
sia-siakan orang yang sayang dan peduli sama kita, karena yang lain belum tentu
ada buat kita disaat kita merasakan senang dan sedih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar